Makalah Teknologi Pasca Panen

Posted: Februari 11, 2012 in Uncategorized

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur dilimpahkan kehadirat Allah SWT, atas segala karunia yang telah dilimpahkan. Makalah hasil Praktek Teknologi Pasca Panen ini memuat hasil pekerjaan selama satu hari di lapangan guna mengumpulkan data dan informasi yang selanjutnya dilakukan analisis yang akan dituangkan dalam bentuk Tugas Makalah.
Makalah ini merupakan bentuk pertanggungjawaban atas praktek yang telah dilaksanakan. Data yang ditampilkan dalam makalah ini berupa data dari hasil pengamatan di lapangan.
makalah ini saya susun dengan sesungguhnya berdasarkan hasil praktek, dan tetap mengacu pada hasil pengamatan yang telah ditetapkan oleh Dosen. Koreksi dan saran saya harapkan sebagai masukan dan perbaikan untuk penyusunan makalah yang akan datang. Sebagai seorang mahasiswa yang mempunyai pemahaman tentang mata kulia Teknologi Pasca Panen masih sangat kurang, Sehingga kami juga menyadari karena kekurangan waktu dan kesempatan sehingga keingintahuan sangat terbatas. Dan sebagai saran saya dalam mata kuliah ini, antara teori dan praktek dapat disinkronkan.

Benteng, 30 Januari 2012
PENULIS,

ADE PUTRA
DAFTAR ISI

• KATA PENGANTAR…………………………………..
• DAFTAR ISI
• BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. TUJUAN
C. RUMUSAN MASALAH

• BAB II PEMBAHASAN
A. FISIOLOGI PASCA PANEN
B. PASCA PANEN
C. TEKNOLOGI PENYIMPANAN BUAH JERUK
D. TEKNOLOGI PENGOLAHAN JERUK
• BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
B. SARAN
• DAFTAR PUSTAKA

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tanaman jeruk adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia. Cina dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk tumbuh. Sejak ratusan tahun yang lalu, jeruk sudah tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan. Tanaman jeruk yang ada di Indonesia adalah peninggalan orang Belanda yang mendatangkan jeruk manis dan keprok dari Amerika dan Itali.
Buah jeruk sebagai makanan buah segar atau makanan olahan, dimana kandungan vitamin C yang tinggidan beberapa jenis jeruk seperti jeruk nipis dimanfaatkan sebagai obat tradisional penurun panas, pereda nyeri saluran napas bagian atas dan penyembuh radang mata. Berdasarkan latar belakang tersebut Penulis membuat makalah yang berjudul “Teknologi Pengolahan Jeruk”. Makalah ini dibuat untuk memberikan pengetahuan tentang aneka olahan buah jeruk serta pemanfaatannya.
B. Tujuan
Untuk lebih mengetahui Fisiologi pasca panen buah jeruk meliputi pemanenan dan penaganan pasca panen, cara penyimpanan buah jeruk, mengetahui berbagai hasil olahan dari buah jeruk serta pemanfaatan limbah nya.
C. Rumusan Masalah
a. Bagaimana fisiologi pasca panen buah jeruk
b. Teknologi penyimpanan buah jeruk setelah pasca panen
c. Aneka olahan dari buah jeruk
d. Pemanfaatan limbah buah jeruk.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Fisiologi Pasca Panen
a. Panen
Buah jeruk dipanen pada saat masak optimal, biasanya berumur antara 28–36 minggu, tergantung jenis/varietasnya. Cara panen Buah pisang yaitu dipetik dengan menggunakan gunting pangkas.

b. Hama dan Penyakit yang menyerang tanaman Jeruk
Hama
• Kutu loncat (Diaphorina citri.)
Bagian yang diserang adalah tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda. Gejala :Tunas keriting, tanaman mati. Pengendalian :Menggunakan insektisida bahan aktif dimethoate (Roxion 40 EC, Rogor 40 EC), Monocrotophos (Azodrin 60 WSC) dan endosulfan (Thiodan 3G, 35 EC dan Dekasulfan 350 EC). Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas, Selain itu buang bagian yang terserang.

• Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii.)
Bagian yang diserang adalah tunas muda dan bunga. Gejala :Daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. Pengendalian :Menggunakan insektisida dengan bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC), Dimethoate (Perfecthion, Rogor 40 EC, Cygon), Diazinon (Basudin 60 EC), Phosphamidon (Dimecron 50 SCW), Malathion (Gisonthion 50 EC).

• Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.)
Bagian yang diserang adalah daun muda. Gejala :Alur melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun muda mengkerut, menggulung, rontok. Pengendalian :Semprotkan insektisida dengan bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC, Basudin 60 EC), Malathion (Gisonthion 50 EC, 50 WP)< Diazinon (Basazinon 45/30 EC). Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah.

Penyakit
• CVPD
Penyebab :Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri. Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang. Gejala :Daun sempit, kecil, lancip, buah kecil, asam, biji rusak dan pangkal buah oranye. Pengendalian :Gunakan tanaman sehat dan bebas CVPD. Selain itu penempatan lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. Gunakan insektisida untuk vektor dan perhatikan sanitasi kebun yang baik.
• Tristeza
Penyebab :Virus Citrus tristeza dengan vektor Toxoptera. Bagian yang diserang jeruk manis, nipis, besar dan batang bawah jeruk Japanese citroen. Gejala :Lekuk batang , daun kaku pemucatan, vena daun, pertumbuhan terhambat. Pengendalian :Perhatikan sanitasi kebun, memusnahkan tanaman yang terserang, kemudian kendalikan vektor dengan insektisida Supracide atau Cascade.
• Woody gall (Vein Enation)
Penyebab :Virus Citrus Vein Enation dengan vektor Toxoptera citridus, Aphis gossypii. Bagian yang diserang: Jeruk nipis, manis, siem, Rough lemon dan Sour Orange. Gejala :Tonjolan tidak teratur yang tersebar pada tulang daun di permukaan daun. Pengendalian :Gunakan mata tempel bebas virus dan perhatikan sanitasi lingkungan.

• Blendok
Penyebab :Jamur Diplodia natalensis. Bagian yang diserang adalah batang atau cabang. Gejala :Kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang, warna kayu jadi keabu-abuan, kulit kering dan mengelupas. Pengendalian :Pemotongan cabang terinfeksi, bekas potongan diberi karbolineum atau fungisida Cu. dan fungisida Benomyl 2 kali dalam setahun. Sumber: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi MIG Corp.

• Embun tepung
Penyebab :Jamur Odidium tingitanium. Bagian yang diserang adalah daun dan tangkai muda. Gejala :Tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda. Pengendalian :Gunakan fungisida Pyrazophos (Afugan) dan Bupirimate (Nimrot 25 EC).

• Kudis
Penyebab :Jamur Sphaceloma fawcetti. Bagian yang diserang adalah daun, tangkai atau buah. Gejala :Bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. Pengendalian :Pemangkasan teratur. Kemudian gunakan Fungisida Dithiocarbamate /Benomyl (Benlate).

• Busuk buah
Penyebab :Penicillium spp. Phytophtora citriphora, Botryodiplodia theobromae. Bagian yang diserang adalah buah. Gejala : Terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit. Pengendalian :Hindari kerusakan mekanis, celupkan buah ke dalam air panas/fungisida benpmyl, pelilinan buah dan pemangkasan bagian bawah pohon.

• Busuk akar dan pangkal batang
Penyebab :Jamur Phyrophthoranicotianae. Bagian yang diserang adalah akar dan pangkal batang serta daun di bagian ujung dahan berwarna kuning. Gejala :Tunas tidak segar, tanaman kering. Pengendalian :Pengolahan dan pengairan yang baik, sterilisasi tanah pada waktu penanaman, buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah.

• Buah gugur prematur
Penyebab : Jamur Fusarium sp. Colletotrichum sp. Alternaria sp. Gejala :Dua-empat minggu sebelum panen buah gugur. Pengendalian : Fungisida Benomyl (Benlate) atau Caprafol.

• Jamur upas
Penyebab :Upasia salmonicolor. Bagian yang diserang adalah batang. Gejala :Retakan melintang pada batang dan keluarnya gom, batang kering dan sulit dikelupas. Pengendalian :Kulit yang terinfeksi dikelupas dan disaput fungisida carbolineum. Kemudian potong cabang yang terinfeksi.

• Kanker
Penyebab :Bakteri Xanthomonas campestris Cv. Citri. Bagian yang diserang adalah daun, tangkai, buah. Gejala :Bercak kecil berwarna hijau-gelap atau kuning di sepanjang tepi, luka membesar dan tampak seperti gabus pecah dengan diameter 3-5 mm. Pengendalian :Fungisida Cu seperti Bubur Bordeaux, Copper oxychlorida. Selain itu untuk mencegah serangan ulat peliang daun adalah dengan mencelupkan mata tempel ke dalam 1.000 ppm Streptomycin selama 1 jam.

B. Pasca Panen

a. Pengumpulan
Di kebun, buah dikumpulkan di tempat yang teduh dan bersih. Pisahkan buah yang mutunya rendah, memar dan buang buah yang rusak. Sortasi dilakukan berdasarkan diameter dan berat buah yang biasanya terdiri atas 4 kelas. Kelas A adalah buah dengan diameter dan berat terbesar sedangkan kelas D memiliki diameter dan berat terkecil.

b. Penyortiran dan Penggolongan
Setelah buah dipetik dan dikumpulkan, selanjutnya buah disortasi/dipisahkan dari buah yang busuk. Kemudian buah jeruk digolongkan sesuai dengan ukuran dan jenisnya.

c. Penyimpanan
Untuk menyimpan buah jeruk, gunakan tempat yang sehat dan bersih dengan temperatur ruangan 8-10 o C.

d. Pengemasan
Sebelum pengiriman, buah dikemas di dalam keranjang bambu/kayu tebal yang tidak terlalu berat untuk kebutuhan lokal dan kardus untuk ekspor. Pengepakan jangan terlalu padat agar buah tidak rusak. Buah disusun sedemikian rupa sehingga di antara buah jeruk ada ruang udara bebas tetapi buah tidak dapat bergerak. Wadah untuk mengemas jeruk berkapasitas 50-60 kg.

C. Teknologi Penyimpanan Buah Jeruk
a. Untuk menyimpan buah jeruk, gunakan tempat yang sehat dan bersih dengan temperatur ruangan 8-10 o C.
b. Simpan pada lemari pendingin dan jika ingin menyimpannya untuk lebih lama lagi, sebelumnya masukan jeruk ke dalam kantong plastik.

D. Teknologi Pengolahan jeruk
a. Sirup Jeruk
Bahan
• Jeruk 1 kg
• Jeruk lemon 350 gram
• Gula pasir 1 kg
• Air 500 ml
• Citrun zuur 1/2 sdt
• Pewarna makanan orange secukupnya
Cara membuat
• Kupas jeruk hingga bersih.
• Peras jeruk lemon kemudian ambil airnya.
• Blender jeruk mandarin, jeruk lemon dan air hingga rata. Saring.
• Rebus campuran jeruk, citrun zuur, gula pasir dan pewarna orange hingga mendidih.
• Sirup siap pakai.
b. Pengusir nyamuk
Selain dimanfaatkan sebagi aroma terapi, Kulit jeruk juga dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk. Hal tersebut dikarenakan wangi buah jeruk yang menyegarkan sehingga nyamuk mabuk ataupun kabur ketika menciumnya.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Buah jeruk dipanen pada saat masak optimal, biasanya berumur antara 28–36 minggu, tergantung jenis/varietasnya. Cara panen Buah pisang yaitu dipetik dengan menggunakan gunting pangkas. Penanganan Pasca panen yang perlu dilakukan yaitu: Pengumpulan, Penyortiran, Penggolongan ,Penyimpanan dan Pengemasan Menyimpan buah jeruk, gunakan tempat yang sehat dan bersih dengan temperatur ruangan 8-10 o C atau Simpan pada lemari pendingin dan jika ingin menyimpannya untuk lebih lama lagi, sebelumnya masukan jeruk ke dalam kantong plastik. Buah Jeruk dapat diolah menjadi : Sirup, kue jeruk berselai dan lain-lain. Limbah buah jeruk yang berupa kulitnya dimanfaatkan sebagai manisan, serta pengusir nyamuk.

B. Saran
Pada saat proses pengolahan alat yang digunakan harus steril.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.google.com

About these ads
Komentar
  1. Pengusaha Dunia mengatakan:

    Pasca Panen buah memang perlu diperhatikan oleh pebisnis buah di Indonesia, agar harganya tidak anjlok dan bisa gantian jeruk kita yang dikirim ke luar negeri. Amiin…… -PengusahaDunia.com-

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s